Tiupan angin memabawaku
ke arah sama sekali
belum pernah aku rasa
bingung kian menyelimuti
membuatku terombang ambing
tak tentu arah
sekali pernah aku ingin menyerah
sebab lelah dengan segalanya
meyesal telah mencoba
tapi langkah di tengah membuatku
merasa ingin terus maju
langsung memang tidak
tapi perlahan itu pasti
aku akan menggapainya
karya : Erny wirdaningsih
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
TangisanKu
Senyum adalah tangisku
Senyum adalah luka ku
Senyum adalah kesedihan ku
terkadang indahnya dunia tak terasa olehku
terkadang luka hati selalu ada mengikuti
dalam tangisanku...
aku ingin seperti mereka
aku tak ingin ada air mata
yang terjatuh lagi
mungkin ini yang terbaik
dalam hidupku...
karya : Dian Novita Sari
Senyum adalah luka ku
Senyum adalah kesedihan ku
terkadang indahnya dunia tak terasa olehku
terkadang luka hati selalu ada mengikuti
dalam tangisanku...
aku ingin seperti mereka
aku tak ingin ada air mata
yang terjatuh lagi
mungkin ini yang terbaik
dalam hidupku...
karya : Dian Novita Sari
Maafku Kepada Ibu
Engkau ulurkan tangan lembutmu
untuk menjagaku
engkau rela berkorban untuk
membuatku bahagia
engkau membuat janji dalam satu ikatan
untuk selalu beribawa kepadamu
walaupun terkadang aku sering
menyakitimu
tapi kau selalu memaafkannya
Ibu..
tak bisa ku hitung jasamu
betapa sepi hati ini tanpa kehadiranmu
melihat wajahmu di balik kaca
air mata ini terus mengalir
Maafkan aku ibu ..
karya : Badriyah Munida
untuk menjagaku
engkau rela berkorban untuk
membuatku bahagia
engkau membuat janji dalam satu ikatan
untuk selalu beribawa kepadamu
walaupun terkadang aku sering
menyakitimu
tapi kau selalu memaafkannya
Ibu..
tak bisa ku hitung jasamu
betapa sepi hati ini tanpa kehadiranmu
melihat wajahmu di balik kaca
air mata ini terus mengalir
Maafkan aku ibu ..
karya : Badriyah Munida
Perajut Asa
Di kala embun pagi menusuk hati
Gemerlap langit penuh warna
Terlihat seorang anak memikul bakul
di tengah orang sedang bermimpi
tercucur keringat menyelubungi tubuh
menikmati, meninting beban demi masa depan
bermimpi dengan angan -angan
ketika embun tertetes di bawah pipi
sekotak impian yang ku simpan
penuh dengan tekat meraih masa depan
berselempangkan semangat
yang takkan pernah mati
karya : Suci Florence Sidabutar
Ternoda Dosa
Terpakar dalam deru gelisah
selimut kemunafikan terungkap
racuan dusta
ranjau khianat
Malam kian merangkak gelisah
mencari jejak sejadah
merajut ampun pada Tuhan
karya : Fausar Hamidi Lubis
selimut kemunafikan terungkap
racuan dusta
ranjau khianat
Malam kian merangkak gelisah
mencari jejak sejadah
merajut ampun pada Tuhan
karya : Fausar Hamidi Lubis
Minggu, 02 Maret 2014
Bayangmu !
Siang telah menjadi malam
Malam semakin kelam
Tanpa kehadiranmu sayang
Hanya sebuah bayang
Yang selalu terkenang
Wajahmu ...
Bola matamu ...
Tawamu ...
Senyum mu ...
Bahkan duka mu ...
Selalu menghantui hidupku ...
Malam semakin kelam
Tanpa kehadiranmu sayang
Hanya sebuah bayang
Yang selalu terkenang
Wajahmu ...
Bola matamu ...
Tawamu ...
Senyum mu ...
Bahkan duka mu ...
Selalu menghantui hidupku ...
Langganan:
Postingan (Atom)
@AgusMulyadi_fcb. Diberdayakan oleh Blogger.



